Tampilkan postingan dengan label Series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Series. Tampilkan semua postingan

4 Leaf Clover : Cross Sniper

     "Piiip,..... Piiiiip,....." Suara weker membangunkanku dari tidur. Aku melihat sang weker yang terus berdering. Ternyata, jam sudah menunjukkan jam 06.00. Aku segera bersiap untuk berangkat sekolah. Aku bangun dengan  cepat dan segera menuju ke kamar mandi.
     Aku Strawberry C. Ruby. Aku anak night class 2 - A di Akademi Merry Rose. Banyak sekali anak yang menyeganiku. Tak lupa juga ada anak yang membenciku. Yah, bisa dimaklumi karena aku anak yang paling kuat di Jurusan Spesial. Yah, resikonya aku mendapat lebih banyak tugas daripada anak - anak lainnya. Sudahlah, kita selesaikan saja perkenalannya.
     Tak terasa sudah 2 tahun ku bersekolah di sana,.... Pikirku sambil mandi. Aku mempercepat mandiku dan segera berganti baju. Setelah itu, aku mengambil roti seraya memakannya sambil berlari pergi menuju sekolah. Tidak seperti jurusan lain, kami yang masuk ke Jurusan Spesial harus masuk ke asrama yang dipisah antara asrama putra dan putri. Karena itu, rata - rata kami saling mengenal satu sama lain dari seluruh kelas.
     "Hai, Strawberry. Yuk pergi." Sahut Adrian. Oh ya, Adrian adalah teman satu timku. "Iya,.... Awas atasmu." Seruku. "Eh,... atas???" Tanya Adrian. " AWAS!!!!!" Teriakku. Terlam,..... eh, bukan. Adrian menangkapku dengan timing yang pas. "Huh, hati - hati dong. Aku kira ada apa." Gerutu Adrian. "Sudahlah,... ayo berangkat." Seruku sambil berlari mendahului Adrian. " Oooiiii!!!! Jangan tinggalkan aku!!!" Seru Adrian.
     Sesampainya di sekolah, aku disambut dengan teman - temanku yang lain. "Hai Strawberry. Tumben sekolah." Seru Akane, salah satu temanku. "Aku nggak ada tugas hari ini. So, aku sekolah aja." Jawabku sambil ber-high five dengan teman - teman yang lain. "Syukur deh. Kayaknya hari ini pelajarannya bebas sih,...". " Masa??? Aku kok nggak diberitahu???" Tanyaku. "Bohong bohong,... aku cuman bercanda. Oh iya, boleh aku pinjam prmu???" Tanya Akane sambil tertawa. Aku mengambil buku tugasku dan menyerahkannya ke Akane. "Setelah istirahat aku kembalikan deh." Kata Akane. Bel sekolah berbunyi. Kami pun segera berlari menuju ke kelas.
     Saat isatirahat, Adrian dan Nicholas menuju ke arahku. Nicholas adalah teman satu timku yang lain. Kami bertiga menamai tim kami Crimson Ignis, yang berarti Api merah karena elemen kami yang berwarna merah api. Aku langsung saja kontan berdiri. Kami pergi ke atap, tempat pribadi kami yang khuisus disediakan sekolah. "Akhirnya aku bia bebas juga." Kataku seraya tertawa. "Yah, kecuali ada panggilan mendadak dari sekolah." Kata Adrian dan Nicholas bersamaan. Aku pun langsung cemberut. "Tuan putri cemberut nih,.... Jelek tuh wajahnya....." Goda Adrian. "Sudahlah, Strawberry. Biarin saja si Adrian. Yuk kita makan bekal saja." Ajak Nicholas yang mengingatkanku pada bekalku. "Loh, terus aku gimana???" Tanya Adrian kebingungan. "Gak usah makan,... Hahaha" Kataku dan Nicholas seraya tertawa jahil. Kami pun duduk dan membuka bekal kami.
     "Biiip,.... Biip,..." Terdengar suara pada lencana kami. "Eh, pada saat seperti ini???" Gerutuku saat terdengar suara itu. "Jangan menggerutu. Ayo berangkat saja." Kata Adrian kepadaku. "Iya - iya" Jawabku sambil cemberut. "Jangan cemberut dong. Jadi gak imut tuh wajahnya." Kata Adrian seraya mengelus - elus kepalaku. (-///w///-) Wajahku langsung memerah ketika Adrian mengelus - elus kepalaku. "Woooiiii!!! Ayo langsung berangkat." Seru Nicholas mengingatkan kami. "Iyaaaa!!!!" Sahutku sambil merapal sihir teleport.
     Sesampainya di lokasi, aku terhenyak. Aku melihat banyak monster yang menyerang Jurusan Seni. Tapi, aku harus bersikap cool, kataku dalam hati. "Saatnya beraksi, Cross Mirage." Kataku pada device buatanku sendiri. "All right, my master.". "Eeeehhh,....!!!! Siapa di atas???" Tanya anak - anak di bawah. Mereka langsung histeris melihatku di atas tiang listrik. "Akhirnya si Cross Sniper datang juga." Kata salah satu anak. Ku pandangi anak - anak di bawah sana. Aku terkejut melihat seorang anak yang kalau gak salah bernama Hoshino Kirarin. Anak itu menggunakan salah satu device legenda yang hanya terdapat 4 device saja, salah satunya adalah Cross Mirage kepunyaanku. "Eeeehhh,.....!!!! Apa yang kupikirkan??? Aku harus menyerang monster - monster yang ada di sekolah. "Cross Mirage, tolong berkan data mengenai jumlah monster yang ada di sekolah." Bisikku. "Okay, prediction about the monsters are all about 500 monsters.". "Uuum,... kalau gitu kupercepat saja. Meteor Shower, Fire!!!!!" Sahutku seraya memukul lingkaran sihir yang kubuat. Langsung beratus - ratus bola api jatuh menyerang para monster yang masih tersisa.
     "Fuuuh,.... akhirnya selesai juga. Aku pergi duluan ya." Sahutku pada Adrian dan Nicholas. "Kenapa???" Tanya Adrian. "Ada urusan yang harus kuselesaikan." Kujawab sesingkat - singkatnya. "Iya deh." Sahut Nicholas. Aku pergi menuju ke sekolah.
     Keesokannya, aku pergi ke rumah Kirarin. Kuselipkan surat di kotak surat. Sebuah takdir yang berubah untuknya. Akan kutunggu kehadiranmu, Star Dancer.
Bersambung

4 Leaf Clover : Star Dancer

     "Kirarin!!!! ayo bangun. Nanti kamu terlambat sekolah." Seruan Satsuki membangunkanku. "Uuuh... bentar lagi aku bangun." Jawab Kirarin yang langsung dibalas dengan cubitan di pipinya. "Kirarin, Satsuki, ayo cepat - cepat. Kalian gak mau telat kan." Teriakan Taiyou langsung menyadarkan Kirarin dan Satsuki. "Waduh, kualat nich!!! Ayo cepetan Kirarin!!!" . " Kami berangkat!!!!" Seru Kirarin, Satsuki, dan Taiyou bersamaan.
     Aku Hoshino Kirarin. Biasanya orang orang memanggilku Kirarin atau Kira.Aku bersama saudara - saudaraku yang bernama Satsuki dan Taiyou bersekolah di Akademi Merry Rose. Aku sangat suka menari, apalagi ngedance hip hop. Aku diam - diam sering ngedance di taman menggunakan nama Starlight. Ah, sudah dulu perkenalannya, nanti telat lagi ke sekolah.
     "Kirarin, ayo cepat. Dah mau bel nich!!!" Taiyou berteriak kepadaku. "Sialan!!!! Lewat jalan pintas dech...". "Emangnya ada?". "Ada dong. Bye." Seruku sambil melompati pagar. Aku langsung menyusuri jalan pintas, melewati gang - gang kecil menuju sekolahku. "Yay!!! Sampai!!!!" Teriakku setelah melewati pintu gerbang sekolah. "Hai Kirarin. Tumben gak telat." sapa temanku yang bernama Seira. "Aku kan dah hapal jalan pintas ke sekolah.". "Kalau gitu besok dan seterusnya gak akan telat kan???". "Iya dong.". Kami tertawa bersama. "Oh ya, kedua kakak kembarmu pada kemana?" Tanya Seira. "Umm,....... mereka masih lari ke sini...." Jawabku. "Oh gitu..... Ya udah. Yuk masuk kelas." Ajak Seira sambil menarik tanganku.
     Kami langsung masuk ke dalam kelas. Oh ya, Aku berada di kelas 2 - 1 Jurusan Seni. Seragam yang kami kenakan di sekolah ini mengikuti kelas dan jurusan kami. Jurusan yang terdapat di sekolah ini adalah Jurusan Seni, Olahraga, Bahasa, dan Jurusan yang paling terkenal yaitu Jurusan Spesial. Hanya anak - anak yang disponsori oleh sekolah saja yang bisa masuk ke jurusan itu. Kami para anak - anak reguler (gabungan dari Seni, Olahraga, dan Bahasa) biasanya memanggil kelas itu dengan sebutan night class, karena kelas itu ada pelajaran malamnya. Selain Jurusan Spesial, jurusan - jurusan lainnya disebut dengan day class, karena yah, tahu aja kalau kelas ini cuma ada waktu pelajaran pas siang saja. Semua anak day class pastinya mau sekali masuk ke night class, tapi yang bisa masuk itu kelihatannya anak - anak yang berbakat entah dalam hal apa.
     Ketika Seira membuka pintu kelas, kulihat sudah banyak anak yang berganti baju. Hari ini kami akan berolahraga. Tiba tiba, kaca kelas kami pecah, padahal tidak ada yang memecahkannya. Terdengar suara teriakan teman - temanku yang sudah ada di luar gedung. Kami yang masih ada di dalam kelas langsung berlari keluar menghampiri teman - temanku. Saat kami sampai, kulihat ada segerombol monster mendekati kami. "Gi,....gimana nich...... Aku gak bisa bergerak....". "Sama,..... Apa yang harus kita lakukan???". "Masa cuman diam di tempat??". "Gak papa sech, kan ada anak - anak night class. Jadi kita gak usah takut.". ".....". Para monster itu semakin mendekati kami.
     Tiba - tiba, terdengar suara letusan senjata api yang membuatku tersentak kaget. Ternyata anak - anak night class sudah sampai. Walaupun sudah sering kulihat, tetapi entah kenapa mereka selalu kelihatan keren. Rata - rata atau bahkan semua anak night class memiliki senjata yang dipergunakan untuk melawan monster - monster seperti yang sedang menyerang kami saat ini.
     "Kirarin!!!!" seru Taiyou dan Satsuki bersamaan sambil berlari kearahku. Tanpa disadari, ada 2 ekor monster yang menyerang mereka dari belakang. "Awaaaas!!!!!" Seruku sambil berlari ke arah mereka. Entah karena apa, aku bisa menyelamatkan mereka. "Kira, ko,.....kok kamu bisa teleportasi??????" Tanya Satsuki dan Taiyou bersamaan. "Mana kutahu. Aku cuma mau nyelamatin kalian koq." Jawabku sambil bermuka aneh. "Cross Mirage colt custom, set." Kata seseorang yang membuat kami kaget. "Siapa tuh????" Tanya Seira dari kejauhan. "Akhirnya dia datang juga. Sang Ace dari kelas 2 - A. Strawberry Crimson Ruby si Cross Sniper." Kata anak - anak Jurusan Spesial. "Eh, Strawberry C.R.??? Siapa tuh????" Tanya Trio Hoshino bebarengan. "Masa kalian gak tau sech??!!! Dia itu tuch ya anak paling disegani di Jurusan Spesial. Banyak anak yang mengaguminya, bahkan sampai ada fans clubnya loh..." Teriak Seira. "Oh, gitu. Jadi dia yang sering dibicarakan itu." Kata Taiyou sambil mengangguk - angguk.
     Strawberry yang sedang berdiri di tiang listrik berpikir. "Hmm,..... Cross Mirage, berikan aku data musuh." Katanya kepada senjatanya. "All right, my master." Jawab Cross Mirage sambil memunculkan layar berisi data musuh. "500 monster, ya." Pikir Strawberry. "Akan kupercepat saja. Cross Mirage, Meteor Shower!!!" Kata Strawberry seraya menembakkan pistolnya ke udara. Pelurunya yang besar langsung meledak dan menghujani kami. Anehnya, kami tidak apa  - apa sedangkan monster - monster yang menyerang kami musnah begitu saja. Itulah kekuatan Strawberry, yaitu mengendalikan senjata apa saja untuk menyerang musuh tanpa melukai temannya. Kekuatan yang sangat jarang sekali ada di dunia ini.
     Strawberry melompat turun dari tiang listrik seraya menghampiri Kirarin. "Hmm,..... Jadi kamu ya si Star Dancer itu." Katanya. "Eh, Star Dancer??? Apaan tuh???" Tanyaku. Sebelum aku mendapat jawabannya, dia sudah keburu pergi dulu. "Tunggu!!!!" Teriakku tapi dia tak berhenti. Apa maksudnya Star Dancer??? Aku berpikir keras tapi tak menemukan jawabannya. "Nantilah kupikirkan lagi," Pikirku sambil masuk ke kelas.
     Aku berpikir keras di sekolah, berusaha mengerti apa maksud kata Strawberry. Hingga pulang sekolah aku tak menemukan jawabannya. Di rumah, aku berganti baju. "Kira, ada surat untukmu. Kuselipkan di bawah pintumu." Seru Ibu di luar kamar. "Iya, Bu." Jawabku sambil melihat di bawah pintu. Kuambil suratnya dan kuperhatikan. "Kayaknya familiar aku sama lambang ini." Pikirku sambil melihat logo di belakang surat. Kubuka surat itu dan kubaca. Tertulis di dalamnya, aku dipindahkan ke Jurusan Spesial kelas 2 - A. Roda takdir yang berhenti mulai berputar, menunjukkan takdir yang terduga.

~Bersambung~

Kagamine Rin Len Playlist


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com